Masjidnews.com, Yogyakarta – Industri halal nasional kembali mendapat angin segar dengan diresmikannya UI Halal Training Center (UI HTC) sekaligus pelaksanaan Pelatihan Penyelia Halal UMK Reguler Batch 1 di Aula Terapung Universitas Indonesia pada Rabu (12/2/2026). Momentum ini dimanfaatkan oleh IAI Rawa Aopa Konawe Selatan untuk memperkuat rintisan pusat halalnya melalui kolaborasi strategis guna membawa dampak nyata hingga ke level akar rumput.
K.H. Ma’ruf Amin memberikan penegasan kuat bahwa UI Halal Training Center bukan sekadar wadah pelatihan teknis, melainkan sebuah laboratorium peradaban. Menurutnya, ekonomi dan industri halal saat ini telah bergeser menjadi arus utama dalam perekonomian dunia. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang solid antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha guna memperkokoh posisi Indonesia dalam persaingan industri halal global.
Apresiasi senada datang dari Sekretaris Utama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) RI, Muhammad Aqil Irham. Ia menilai langkah Universitas Indonesia ini sebagai strategi krusial untuk memperkuat ekosistem halal nasional. BPJPH mencatat bahwa UI terus menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung standarisasi halal bagi para pelaku usaha, terutama melalui kehadiran pusat pelatihan yang kompeten.
Partisipasi aktif dalam penguatan ekosistem ini juga ditunjukkan oleh IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kelulusan dari pelatihan penyelia halal ini merupakan tonggak awal untuk menggerakkan literasi halal di Sulawesi Tenggara. Ismail menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk menjadikan masjid sebagai pusat edukasi utama terkait sertifikasi halal bagi masyarakat sekitar.
Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa pemilihan masjid sebagai basis sosialisasi bertujuan agar pesan mengenai pentingnya produk halal lebih mudah diterima dan menjangkau pelaku usaha mikro secara langsung. Ia juga menyebutkan bahwa rencana aksi pasca-pelatihan ini mencakup pendampingan intensif bagi Usaha Mikro Kecil (UMK) di wilayah Konawe Selatan agar mereka segera mengantongi sertifikat resmi.
Menurutnya, langkah ini adalah bentuk pengabdian nyata perguruan tinggi dalam mendukung kemandirian ekonomi umat melalui jaminan kehalalan produk. Ke depan, Ismail Suardi Wekke berharap rintisan Pusat Halal Rawa Aopa dapat menjadi motor penggerak bagi lahirnya penyelia-penyelia halal baru di daerah. “Terima kasih kepada Pusat Halal UI yang telah memberikan kesempatan untuk turut belajar,” kata Ismail yang saat ini berada di Yogyakarta dalam kegiatan International Seminar yang dilaksanakan bersama dengan STEBI Al Muhsin Yogyakarta.
Ia menyampaikan bahwa sinergi dengan UI Halal Training Center akan terus diperkuat guna memastikan standar kompetensi penyelia di daerah tetap terjaga. Ismail berpendapat bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kecepatan sosialisasi, di mana masjid akan berfungsi sebagai jembatan informasi yang efektif antara regulasi pemerintah dan kebutuhan praktis para pedagang kecil.
“Kami menyadari bahwa keberhasilan program ini bergantung pada seberapa cepat informasi sampai ke pedagang, dan masjid adalah jembatan informasi yang paling efektif,” ujar Ismail yang menerima informasi bahwa ia lulus bersama dengan peserta pelatihan yang dilaksanakan Pusat Halal UI (Selasa, 3 Maret 2026).
Ia juga menambahkan, “Lulus dari pelatihan ini adalah tanggung jawab besar bagi kami untuk segera turun ke lapangan mendampingi pelaku usaha.”
Sebagai penutup, Ismail secara langsung menegaskan bahwa rintisan Pusat Halal Rawa Aopa akan menjadi pusat konsultasi yang inklusif bagi siapa saja yang ingin memastikan standar kehalalan produk mereka.












