Masjidnews.com, Kendari – Pekan lalu telah dilaksanakan kegiatan bertajuk Safari Dakwah Ramadhan. Al Washliyah melalui Ikatan Guru dan Dosen Al Washliyah dan Pengurus Wilayah Sulawesi Tenggara sukses menyelenggarakan rangkaian Safari Ramadhan 1447 Hijriah di Kabupaten Kolaka Timur. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan dakwah sekaligus penegasan peran strategis pemuda dalam menjaga masa depan umat Islam.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut diwarnai dengan penyerahan bantuan Al-Qur’an dari PB Alzis yang diserahkan langsung oleh Ketua Ikatan Guru dan Dosen Al Washliyah, Ustadz Marjuwan Ibrahim, Lc., M.A. Penyerahan ini simbol komitmen Al Washliyah dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat Sulawesi Tenggara (Kolaka Timur, 27 Februari 2026).
Dalam tausiyahnya yang mengusung tema “Masa Depan Islam di Tangan Pemuda”, Ustadz Marjuwan menekankan bahwa generasi muda tidak cukup hanya kuat secara spiritual, tetapi juga harus mandiri secara ekonomi dan intelektual.
Beliau merumuskan empat pilar penting yang harus dikuasai pemuda muslim saat ini: pertama, Penguasaan Bahasa Asing: Terutama Bahasa Inggris dan Arab untuk memperluas jangkauan dakwah global. Selanjutnya, kemandirian Ekonomi: Membangun kedaulatan finansial umat.
Ketiga, keahlian Sektor Riil: Menguasai bidang pertanian dan peternakan sebagai potensi lokal yang menjanjikan. Terakhir, kedekatan dengan Al-Qur’an: Sebagai fondasi akhlak dan karakter.
“Jika anak-anak kita pintar bahasa Inggris, ditambah pandai bertani atau memiliki keahlian produktif lainnya, itu luar biasa. Mereka bisa berdakwah secara global sekaligus mandiri secara ekonomi,” ujar alumnus S2 Yordania tersebut.
Lebih lanjut, Ustadz Marjuwan meluruskan anggapan keliru di masyarakat yang memandang lulusan Pesantren atau Madrasah Aliyah tidak memiliki prospek masa depan yang cerah. Ia menegaskan bahwa institusi pendidikan agama justru merupakan rahim lahirnya pemimpin masa depan yang berkarakter kuat.
“Kalau ada yang beranggapan sekolah di pesantren itu tidak punya masa depan, itu salah total. Justru dari pesantrenlah akan lahir para pemimpin masa depan yang dibekali ilmu agama, akhlak, dan karakter yang kokoh,” tegasnya.
Safari Ramadhan ini juga menjadi ajang refleksi bagi para orang tua untuk memberikan perhatian lebih terhadap pembinaan anak-anak sebagai aset masa depan bangsa. Al Washliyah berharap melalui kolaborasi antara ilmu agama, kemandirian ekonomi, dan penguasaan bahasa, generasi muda Sulawesi Tenggara mampu menjadi cahaya kebaikan bagi umat dan daerah.
Kegiatan ditutup dengan harapan agar langkah dakwah ini mempererat ukhuwah islamiyah dan menghadirkan keberkahan bagi seluruh masyarakat Kolaka Timur di bulan suci Ramadhan. “Rangkaian Safari Dakwah Ramadhan berlangsung di Sulawesi Tenggara, dengan lokasi kabupaten & kota antara lain Kendari, Konawe Selatan, dan Kolaka Timur,” kata Arulan Bao Rahmani, Ketua Pengurus Wilayah Al Washliyah Sulawesi Tenggara












